spacer
      [ Berita Terkini ]    [ Tentang Kami ]    [ Kontak Kami ]     

 Menu
 Depan
 Berita Terkini
 Foto Galeri
 Produk KAPET Biak
 Project Prospectus

 Profile Kawasan
 Nabire
 Mimika
 Manokwari
 BiakNumfor
 YapenWaropen

 Pengunjung
Saat ini ada, 7 tamu 0 member yang sedang online.


 Insentif Investasi
 Dasar Hukum
 Bidang Perpajakan

 Prosedur Investasi
 Investasi PMA
 Investasi PMDN

 Informasi Komoditi
 Komoditas Unggulan
 Profile Investasi
Informasi Pasar
   Komoditas


 Anda Pengunjung Ke

 JAM

 Statistik

  

PROFIL KABUPATEN MANOKWARI




I. Letak dan Batas Wilayah

Kabupaten Manokwari  terletak pada 0015’ – 3025’ Lintang Selatan dan 132035’ – 134045’ Bujur Timur, dengan luas wilayah 37. 901 km2, dengan batas-batas :

 

Sebelah Utara           : Samudera Pasifik

Sebelah Selatan         : Kabupaten Fak-fak

Sebelah  Barat          : Kabupaten Sorong

Sebelah Timur          : Kabupaten Biak Numfor, Yapen Waropen dan Nabire

 

Wilayah Administrasi

Secara administrasi pemerintahan, Kabupaten Manokwari (sebelum pemekaran) terbagi dalam 17 Kecamatan, dengan Manokwari sebagai Ibukota kabupaten. Dari 17 kecamatan yang ada, 10 berada di daerah pegunungan, selebihnya berada di dataran dan daerah pantai.

 

Iklim

Kabupaten Manokwari mempunyai iklim tropis basah dengan suhu udara minimum 21,50C dan suhu maksimum 33,1ēC. Suhu maksimum terjadi pada bulan Januari dan Maret, sedangkan suhu minimum terjadi pada bulan Agustus dan November. Curah hujan cukup tinggi yaitu  2.283 mm/tahun.  Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Maret dan terendah terjadi pada bulan Juli. Untuk jumlah hari hujan, hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Juni & Oktober, dan hari hujan terkecil terjadi pada bulan Desember.

 

Penduduk

Penduduk Kabupaten Manokwari hingga tahun 2004 berjumlah 209.308 jiwa dengan kepadatan  4 jiwa/km2. Laju pertumbuhan penduduk 3,8% per tahun. Penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Manokwari (33,04%) dan sisanya tersebar di 16 Kecamatan lainnya. Suku asli yang mendiami Kabupaten Manokwari adalah suku besar Arfak, suku Wamesa, suku Samuri, Sebyar, Irarutu dan Numfor Doreri. Selain itu terdapat suku pendatang asal Papua seperti Serui, Biak, Waropen serta beberapa suku dari luar Papua.

 

Topografi

Kabupaten Manokwari memiliki topografi dari wilayah datar hingga bergelombang (bergunung). Hampir 1.446 km2 (3,8%) wilayahnya memiliki kemiringan 0 – 25% (datar), selebihnya (80%) wilayahnya memiliki kemiringan lebih dari 25% (bergelombang). Daerah datar umumnya tersebar di beberapa kawasan pada Kecamatan Babo, Bintuni, Merdey, Ransiki, Warmare, Prafi, Masni dan Amberbaken.

 

Struktur Tanah

Secara umum struktur tanah di Kabupaten Manokwari terdiri dari jenis alluvial (18,70%), mediterania (2,44%), podsolid merah kuning (10,41%), podsolid coklat keabuan (7,57%), tanah utama/complex of soil (49,21%), latosol (4,49%) dan organosol (7,17%). Sedangkan jenis tanah yang ada secara umum terdiri dari tanah kapur kemerahaan, tanah endapan alluvial dan tanah alluvial muda. Kedalaman efektif tanah secara umum di Kabupaten Manokwari rata-rata di atas 25 cm. Kedalaman ini hampir merata di seluruh wilayah kecamatan kecuali di wilayah pegunungan kapur.

 

Hidrologi

Kondisi hidrologi di Kabupaten Manokwari diperlihatkan dalam pola aliran sungai. Sungai-sungai yang ada pada umumnya bermuara ke Samudra Pasifik, Teluk Cenderawasih, Teluk Bintuni dan Teluk Wandamen. Sungai terpanjang adalah sungai Sebyar yang terdapat di Kecamatan Bintuni dan bermuara di Teluk Bintuni. Sungai-sungai besar yang ada  sebagian besar dapat dimanfaatkan sebagai prasarana transportasi air (Kecamatan Bintuni dan Babo) dan sebagian lagi digunakan sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan hidup penduduk sehari-hari.

 

Geologi dan Jenis Batuan

Secara garis besar struktur geologi yang ada berupa daerah lipatan yang terdapat di kawasan dataran tinggi pegunungan. Di antara lipatan tersebut terdapat sesar naik (daerah dataran tinggi dengan dominasi batuan sedimen batu kapur, batuan pluton) dan sesar turun (lembah-lembah dengan didominasi batuan endapan dengan sedimen lumpur dan organik, alluvium, yura). Pada kawasan-kawasan pantai atau laut banyak dijumpai batuan terumbu karang dan koral.

 

Secara geologis jenis batuan yang terdapat di Kabupaten Manokwari yaitu,

•         Batuan sedimen tersier & pleistosin tanpa kapur berupa deposit kuater yang menutupi batuan sedimen tersier

•         Batuan sedimen tersier & pleistosin karang koral berupa, batuan beku basal, tufa, andesit, gabro, serpentim tersier, granit dan diorit tersier.


II. POTENSI DAERAH
1] Sektor Pariwisata
2] Sektor Peternakan
3] Sektor Pertanian
4] Sektor Perkebunan
5] Sektor Perikanan dan Kelautan
6] Sektor Kehutanan
7] Sektor Transmigrasi
8] Sektor Pertambangan

 



WebMaster
www.KapetBiak.com.
  
 Sekilas Kapet Biak
Keberadaan KAPET Biak ibarat air laut, yakni mengalami pasang dan surut. Sejak KEPPRES No. 89 tahun 1996 yang diperbaharui dengan KEPPRES no. 9 tahun 1998 >>selanjutnya

 Potensi Unggulan
 Pariwisata
 Perikanan
 Perkebunan
 Pertanian
 Pertambangan

 Peluang Investasi
 Kakao
 Ikan Tuna
 Rumput Laut
 Batu Marmer
 Kelapa Sawit
 Wisata Bahari
 Tambak Udang
 Pelabuhan Eksim
 Kawasan Industri

 Survey
Apakah Anda Mengetahui tentang Keberadaan Kapet Biak ?

Sangat Mengetahui
Cukup Mengetahui
Mengetahui
Tidak Mengetahui
Sangat Tidak Mengetahui



Hasil
Polling

Pemilih 166

 Berita Hari Ini
Belum ada berita besar hari ini.

 Artikel Lalu
16 January 2008
· Kelapa Sawit
· Investasi ke Luar Jawa
13 December 2007
· BP KAPET SE-INDONESIA MINTA DUKUNGAN FINAL PEMERINTAH
12 November 2007
· ASEAN PERLU STANDARISASI PRODUK
· Gubernur Resmikan Kantor Penghubung Papua di Beijing
· PEMROV DIMINTA SIAPKAN JAMINAN HUKUM

 Link Kapet
 Kapet Aceh
 Kapet ParePare
 Kapet Bima
 Kapet Batui
 Kapet Mbay
 Kapet Bukari
 Kapet Batulicin
 Kapet Sasamba
 Kapet DAS Kakab
 Kapet Seram
 Kapet Kahatulistiwa
 Kapet Manado Bitung

Kantor BP KAPET Biak

Jln. Batu Karang - Swapodibo
Biak - Papua
Telp. : (0981) 24515
Fax. : (0981) 25371
e-mail : infokapetbiak@yahoo.com

Pusdatin KAPET Biak @2008

fuss