|
PROFIL KABUPATEN NABIRE
I. Letak, Luas dan Batas Wilayah.
Kabupaten Nabire mempunyai luas wilayah
15.357,55 Km2, dan terletak diantara 134o,35' – 136o,37'
Bujur Timur dan 2,25' – 40,15' Lintang Selatan, dengan batas-batas wilayah
sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kabupaten Yapen
Waropen
Sebelah Selatan
: Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Mimika
Sebelah Timur : Kabupaten Paniai
dan Waropen
Sebelah Barat : Teluk Wondama
dan Kabupaten Kaimana
Wilayah Adminitrasi
Kabupaten Nabire dengan
Ibukota Nabire terdiri dari 10 kecamatan, 6 (enam) kecamatan berada di daerah
pegunungan yaitu Kecamatan Uwapa, Mapia, Kamu Sukikai, Ikrar dan Siriwo
sedangkan 4 (empat) kecamatan lainnya berada di daerah pesisir pantai yaitu
Kecamatan Nabire, Yaur, Wanggar dan Napan.
Iklim
Kabupaten Nabire mempunyai
iklim tropis basah dengan curah hujan hampir merata sepanjang tahun. Suhu udara
di Kabupaten Nabire berkisar antara 20oC – 32oC,
dengan suhu maksimum 34oC.
Topografi
Kabupaten Nabire memiliki
topografi yang bervariasi mulai dari rawa-rawa dan dataran rendah yang terletak
sekitar pesisir pantai dengan ketinggian antara 0-5 m dpl, hingga dataran tinggi
bergelombang, daerah perbukitan dan lembah dengan ketinggian antara 5 – 1.200 m
dpl. Secara topografi, wilayah Kabupaten Nabire terdiri dari dataran yang
meliputi Kecamatan Yaur, Wanggar, Napan dan Nabire, serta daerah
berbukit/pegunungan yang meliputi Kecamatan Uwapa, Mapia, Kamu, Siriwo, Sukikai
dan Ikrar.
Penduduk
Jumlah penduduk Kabupaten Nabire pada tahun
2003 sebanyak 160.882 jiwa dengan kepadatan 12,54 jiwa/km2.
Kepadatan penduduk tertinggi terjadi di Kecamatan Kamu yaitu 95,10 jiwa/km2.
Disamping penduduk asli Kabupaten Nabire (Suku Ekari, Moro dan Dani) juga
terdapat suku Jawa, Bugis, Toraja dan suku lainnya.
Hidrologi
Meskipun Kabupaten Nabire memiliki curah
hujan yang cukup tinggi, tetapi daerah yang tergenang oleh air permukaan relatif
sedikit. Daerah yang selalu tergenang akibat air permukaan terdapat di Kecamatan
Mulia. Daerah yang tergenag secara periodik berada di sepanjang aliran sungai,
muara sungai atau danau yang terletak di bagian selatan dan utara Kabupaten
Nabire. Sedangkan daerah-daerah yang tidak tergenang merupakan dataran tinggi
dengan kemiringan lereng yang cukup besar.
Jenis Tanah dan Batuan
Jenis tanah di Kabupaten Nabire antara lain
Podzolik Merah, Endromorf Kelabu dan Podzalik Coklat. Topografi yang sangat
bervariasi berpengaruh terhadap pembentukan dan jenis tanah. Keadaan ini
dapat digambarkan sebagai berikut :
•
Rawa, terdapat di sekitar aliran sungai Wapoga, Sungai Mangga dan
Kali Bumi, merupakan daerah-daerah deposit kuarter yang menerima endapan sungai
menutup batuan sedimen (Alluvium), Tersier dan Pleistosin.
Tumbuhan khas di lokasi ini antara lain Sagu (Metroxsilon
spp)
•
Dataran Rendah Kering, jenis tanah yang menonjol di dataran ini antara
lain organosol dan alluvium yang sering ditemukan di daratan
tinggi, daerah pantai sekitar Nabire antara sungai Wanggar dan Sungai Nabarua
terdapat jenis tanah Regosol, Lanhumick Clay, Alluvial dan Podzolik,
serta pada daratan ini terdapat Hutan Tropis Basah.
•
Lereng Bukit dan Dataran Tinggi mempunyai jenis tanah Podzolik Merah,
Hidromorf Kelabu, Merah sampai Kuning.
Kedalaman efektif tanah yang ada di hampir
seluruh Kabupaten Nabire lebih dari 25 cm, kondisi ini menyebabkan daerah ini
cukup baik untuk ditanami berbagai macam tumbuhan baik tanaman pertanian maupun
non pertanian
II. KONDISI PRASARANA WILAYAH
1] Air Minum
2] Listrik
3] Transport
4] Pos dan Telekomunikasi
III. POTENSI DAERAH
1] Sektor Pariwisata
2] Sektor Peternakan
3] Sektor Pertanian
4] Sektor Perkebunan
5] Sektor Perikanan dan Kelautan
6] Perindustrian dan Perdagangan
7] Sektor Kehutanan
8] Sektor Pertambangan
WebMaster www.KapetBiak.com. |