Menu |
|
Profile Kawasan |
|
Pengunjung |
Saat ini ada, 7 tamu 0 member yang sedang online.
|
|
Insentif Investasi |
|
Prosedur Investasi |
|
Informasi Komoditi |
|
Anda Pengunjung Ke |
|
JAM |
|
Statistik |
|
 | | | KAPET Perlu Direvitalisasi |
Dikirim oleh admin pada Wednesday, 10 December 2008 (204 kali dibaca) Topik Info Kapet Biak
|
Kapanlagi.com - Kawasan Ekonomi terpadu (KAPET) akan direvitalisasi dengan mengubah Keppres No.150 Tahun 2000 mengingat selama ini upaya pengembangan kawasan itu belum mampu berkembang sesuai dengan yang diharapkan.
"Keberadaan KAPET selama ini memang belum begitu berkembang dan akan dilakukan revitalisasi antara lain mengubah Keppres No.150 Tahun 2000," kata Direktur Penataan Ruang Departemen PU Wahyono Bintarto, di Beijing, Selasa (25/11).
|

| | (selengkapnya... | 2427 byte lagi | Nilai: 0) |
|
| TANAH JADI KENDALA INVESTASI DI PAPUA |
Dikirim oleh admin pada Thursday, 25 September 2008 (276 kali dibaca) Topik Info Kapet Biak
|
Jayapura – Badan usaha swasta dalam melakukan kegiatan investasi di Papua seringkali mengalami kendala berupa prosedur dan proses dalam hal pelepasan tanah adat yang dimiliki masyarakat adat, tetapi juga keterbukaan prosedur serta adanya jaminan kepastian hukum dari pemerintah atas pemanfaatan tanah oleh badan usaha sebagai kegiatan investasi di Provinsi Papua.
|

| | (selengkapnya... | 1803 byte lagi | Nilai: 4.33) |
|
| Ekonomi Rakyat : Persoalan Klasik yang Tak Pernah Terselesaikan |
Dikirim oleh admin pada Wednesday, 24 September 2008 (450 kali dibaca) Topik Info Kapet Biak
|
Puasa tak menyurutkan semangat bekerja. Di sudut ruang, empat lelaki—masing-masing memegang tongkat kayu panjang—mengolah singkong rebus yang sedikit demi sedikit dicampur gula merah cair. Singkong ditumbuk, diputar-putar, hingga menyatu dengan gula merah. Mereka mengolah singkong menjadi getuk goreng.
Tak satu pun tampak anak muda bekerja di usaha pembuatan getuk goreng itu. Padahal, getuk goreng, kuliner tradisional Banyumas, Jawa Tengah, ini masih memiliki pasar potensial.
|

| | (selengkapnya... | 6601 byte lagi | Nilai: 0) |
|
| Ekspor Ikan Utuh Dilonggarkan |
Dikirim oleh admin pada Wednesday, 24 September 2008 (404 kali dibaca) Topik Info Kapet Biak
|
Jakarta, Kompas - Pemerintah melonggarkan ekspor ikan beku dan segar dalam bentuk utuh dari yang semula dibatasi hanya 14 jenis ikan menjadi 22 jenis. Kelonggaran itu diharapkan mengoptimalkan nilai jual hasil tangkapan ikan yang tidak memerlukan pengolahan.
|

| | (selengkapnya... | 3361 byte lagi | Nilai: 4) |
|
| Kawasan Ekonomi Khusus Ganti Free Trade Zone (FTZ) |
Dikirim oleh admin pada Wednesday, 24 September 2008 (307 kali dibaca) Topik Info Kapet Biak
|
Jakarta, Kompas - Konsep kawasan ekonomi khusus atau KEK didesain untuk menggantikan kawasan perdagangan bebas atau free trade zone yang saat ini sudah diterapkan di empat daerah, yakni Sabang, Batam, Bintan, dan Karimun.
|

| | (selengkapnya... | 1958 byte lagi | Nilai: 5) |
|
| 17 PROVINSI INGIN Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) |
Dikirim oleh admin pada Monday, 22 September 2008 (294 kali dibaca) Topik Info Kapet Biak
|
Aturan RUU KEK tidak mengakomodasi Ditjen Bea dan Cukai
Jakarta – Kompas – Sebanyak 17 propinsi mengajukan diri untuk menjadi kawasan ekonomi khusus atau KEK. Daerah-daerah tersebut berebut untuk menjadi KEK karena dengan begitu wilayahnya sudah bisa dipastikan memiliki keunggulan dalam menarik investor asing.
|

| | (selengkapnya... | 3154 byte lagi | Nilai: 4) |
|
| PEMKAB SUPIORI SIAPKAN LAHAN 17 Ha |
Dikirim oleh admin pada Sunday, 21 September 2008 (176 kali dibaca) Topik Info Kapet Biak
|
Untuk Pembangunan Pelabuhan Samudera Bertaraf Internasional.
Supiori - Rencana pembangunan pelabuhan samudera yang bertaraf internasional dikampung Masran, Kebupaten Supiori rupanya lokasinya telah dipersiapkan matang. Dari sekitar 30 Ha luas tanah yang diperlukan untuk pembangunan pelabuhan samudera itu, pemerintah Kabupaten Supiori telah mempersiapkan 17 Ha.
|

| | (selengkapnya... | 1952 byte lagi | Nilai: 4) |
|
| PEMPROV AKAN BANGUN PUSAT LISTRIK DAERAH |
Dikirim oleh admin pada Sunday, 21 September 2008 (151 kali dibaca) Topik Info Kapet Biak
|
Nilai Investasinya Capai Rp. 6 Triliun
Jayapura – Masalah krisis listrik yang kerap dikeluhkan warga, rupanya membuat Gubernur Barnabas Suebu harus berpikir keras untuk mencari solusi jitu. Dan hasilnya saat ini tengah menugaskan sejumlah investor untuk melakukan studi kelayakan guna membangun pusat listrik daerah dengan sumber energi tenaga air.
”Sekarang kami sedang berusaha mempersiapkan pembangunan pusat energi listrik didaerah,” ungkap Gubernur Barnabas Suebu kepada Cenderawasih Pos usai pembukaan sidang LKPJ di gedung DPRP, Senin (15/9).
|

| | (selengkapnya... | 2385 byte lagi | Nilai: 3) |
|
| 17 Kota Di Indonesia terima Piagam Adipura |
Dikirim oleh admin pada Thursday, 26 June 2008 (258 kali dibaca) Topik Info Kapet Biak
|
Jakarta, AMO
Sebanyak 17 kota di Indonesia memperoleh piagam Adipura sebagai penghargaan atas upayanya meningkatkan kinerja yang signifikan dalam pengelolaan lingkungan hidup di perkotaan. Penghargaan itu diserahkan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup (KLH) Ir. Rachmat Wiroelar kepada Bupati/Walikota di Jakarta, Kamis malam.
|

| | (selengkapnya... | 2844 byte lagi | Nilai: 5) |
|
| Kredit Usaha Rakyat Harus Menjadi Kebangkitan UMKM |
Dikirim oleh pusdatin pada Friday, 09 May 2008 (429 kali dibaca) Topik Info Kapet Biak
|
BANDUNG, KAMIS - Di tengah tingginya harga berbagai komoditas, pemerintah memberikan kesempatan kredit usaha rakyat atau KUR bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Dengan munculnya peluang emas ini, masyarakat diharapkan bangkit di tengah gejolak ekonomi Indonesia.
Pemimpin Wilayah Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Bandung Yasirin Ginting S, Kamis (8/5) mengatakan, sejak pemerintah menggulirkan kebijakan KUR 5 November 2007 lalu, pemanfaatan KUR di Jawa Barat terus meningkat. Peningkatan ini terjadi baik pada skema KUR dengan plafon Rp 5 juta hingga Rp 500 juta, maupun skema KUR berplafon di bawah Rp 5 juta atau biasa di sebut Kupedes.
|

| | (selengkapnya... | 4066 byte lagi | Nilai: 4) |
|
| | Sekilas Kapet Biak |
| Keberadaan KAPET Biak ibarat air laut, yakni mengalami pasang dan surut.
Sejak KEPPRES No. 89 tahun 1996 yang diperbaharui dengan KEPPRES no. 9 tahun 1998
>>selanjutnya |
|
Potensi Unggulan |
|
Peluang Investasi |
|
Survey |
|
Berita Hari Ini |
| Belum ada berita besar hari ini. |
|
Artikel Lalu |
|
Link Kapet |
|
|