spacer
      [ Berita Terkini ]    [ Tentang Kami ]    [ Kontak Kami ]     

 Menu
 Depan
 Berita Terkini
 Foto Galeri
 Produk KAPET Biak
 Project Prospectus

 Profile Kawasan
 Nabire
 Mimika
 Manokwari
 BiakNumfor
 YapenWaropen

 Pengunjung
Saat ini ada, 7 tamu 0 member yang sedang online.


 Insentif Investasi
 Dasar Hukum
 Bidang Perpajakan

 Prosedur Investasi
 Investasi PMA
 Investasi PMDN

 Informasi Komoditi
 Komoditas Unggulan
 Profile Investasi
Informasi Pasar
   Komoditas


 Anda Pengunjung Ke

 JAM

 Statistik

  
BP KAPET SE-INDONESIA MINTA DUKUNGAN FINAL PEMERINTAH
Posted on Thursday, 13 December 2007
Topic: Info Kapet Biak

Pontianak--RRI-Online, Badan Pengelola Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (BP Kapet) seluruh Indonesia meminta dukungan final dari pemerintah untuk kegiatan-kegiatan mendesak Kapet pada 2008, terutama pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.

Ketua BP Kapet Khatulistiwa di Kalimantan Barat, Usman Ja`far di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BP Kapet se-Indonesia di Pontianak, Rabu (5/12), mengatakan, investor belum tertarik di Kapet karena keterbatasan infrastruktur seperti jalan, air bersih dan listrik.

"Fasilitas yang diberikan ke Kapet belum cukup untuk mendatangkan investor ke Kalbar," katanya.

Menurut Usman Ja`far, Kapet Khatulistiwa memiliki dua kawasan unggulan yakni Kawasan Industri Semparuk (KIS) Kabupaten Sambas dan Border Development Center (BDC) Entikong, Kabupaten Sanggau.

Namun, lanjutnya, dengan keterbatasan infrastruktur tersebut, investor lebih memilih untuk menginvestasikan dana ke Pulau Jawa yang relatif lebih maju.

"Sebelumnya, investor enggan karena alasan keamanan. Setelah keamanan kondusif, keterbatasan infrastruktur menjadi kendala," kata Usman Ja`far yang juga Gubernur Kalbar itu.

Fungsi BP Kapet secara umum untuk membantu investor dalam hal perizinan, tata ruang dan informasi mengenai peluang investasi di kawasan. Untuk Kapet Khatulistiwa, Usman Ja`far menekankan fungsinya sebagai perintis dalam menyiapkan suatu kawasan.

Dirjen Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum, Imam Santoso Ernawi, mengakui, keterbatasan infrastruktur menjadi kendala utama dalam pengembangan 13 Kapet di Indonesia.

"Rencana dukungan infrastruktur di Kapet sudah ada di dalam program kerja pemerintah tahun 2009-2014," kata Imam Santoso.

Sedangkan melalui Departemen PU, disiapkan program-program pembangunan yang mendukung pembangunan Kapet. Penetapan sebuah daerah menjadi Kapet dengan pertimbangan adanya potensi ekonomi yang dapat didorong supaya kawasan itu lebih maju di masa mendatang.

"Daerah yang ditetapkan umumnya masih dalam pengembangan sehingga infrastrukturnya belum memadai," kata Imam Santoso.

Ia menambahkan, untuk Kapet Khatulistiwa, akan dibangun jalan sepanjang 2,6 kilometer dari KIS menuju Pelabuhan Sintete serta pengolahan air bersih di Sebangkau, Kabupaten Sambas untuk menunjang KIS.

Pemerintah menetapkan sebanyak 13 daerah menjadi Kapet, satu di antaranya berada di Indonesia bagian Barat, yakni Sabang (DI Aceh). Sementara 12 lainnya berada di Kawasan Timur Indonesia, antara lain Khatulistiwa (Kalbar), Batulicin (Kalsel), Sasamba (Kaltim), Das Kakab (Kalteng), Manado-Bitung (Sulut), Batui (Sulteng), Bukari (Sultra), Parepare (Sulsel), Bima (NTB), Mbay (NTT), Seram (Maluku), dan Biak (Irja).

Pemerintah masih mempertahankan jumlah tersebut dan belum memiliki rencana untuk menambah Kapet. (DS/Ant.)

(Sumber : www.RRI.co.id, 5 Desember 2007)


 
 Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Info Kapet Biak
· Berita oleh pusdatin


Berita terpopuler tentang Info Kapet Biak:
BP KAPET SE-INDONESIA MINTA DUKUNGAN FINAL PEMERINTAH


 Nilai Berita
Rata-rata: 3
Pemilih: 2


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


 Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak

 Beri tahu Teman Beri tahu Teman


Kantor BP KAPET Biak

Jln. Batu Karang - Swapodibo
Biak - Papua
Telp. : (0981) 24515
Fax. : (0981) 25371
e-mail : infokapetbiak@yahoo.com

Pusdatin KAPET Biak @2008

fuss