| Nama Kegiatan : |
Pertambangan Batu Marmer |
| Calon Klien dan Pasar Tujuan |
Perusahaan-perusahaan eksploitasi
bahan galian dan pangsa pasarnya adalah ke Taiwan, Jepang, Australia,
Kuwait, Amerika Serikat, Belanda, Belgia, dan Singapura |
| Latar Belakang |
Kabupaten Nabire terletak antara
20o25’ – 24o25’ LS dan 134o35’ – 138o2’ BT dengan luas wilayah
12.831,37 km2 terbagi atas 9 (sembilan) kecamatan dengan total jumlah
penduduk pada tahun 2000 sebesar 116.274 jiwa memiliki potensi batu Marmer
yang cukup besar di Provinsi Papua dan belum dieksploitasi. Prospek
pertambangan batu mamer di Kabupaten Nabire khususnya dan Provinsi Papua
pada umumnya cukup cerah. Dengan adanya kegiatan penambangan, diharapkan
- Memberikan lapangan pekerjaan baru bagi
masyarakat sekitarnya,
Pendapatan Asli Daerah akan meningkat,
- Mengingat cadangan yang cukup besar, maka
prospek komersial untuk diusahakan dengan skala besar dapat dilakukan,
- Menjadi pendorong dan penggerak tumbuhnya
industri sejenis di Kabupaten Nabire.
|
| Jenis Peluang Investasi
Potensial |
| Lokasi : |
Lokasi tambang marmer yang
direncanakan berada di Desa Nabarua Kecamatan Nabire yang memiliki luas
wilayah 1.216,32 km2. Lokasi ini dapat dijangkau dengan menggunakan
kendaraan darat kurang lebih 30 menit dari Kota Nabire. |
| Besaran Peluang |
Luas areal yang dicadangkan untuk
pertambangan meliputi 1.600 ha yang sebagian besar berupa hutan dengan
kandungan sebesar 864.612.500 ton diperkirakan kapsitas produksinya
sebesar 100 m3/hari, dengan spesifikasi :
- Warna Krem Keputihan
- Kandungan :
· Fe2O5 : 0,0176 %
· CaO : 35,5409 %
· MgO : 0,2982 %
· Na2O : 0,00018 %
· K2O : 0,0032 %
· Kadar Air : 0,1151 %
· Kuat tekan : 999,92 kg/cm2.
- Penyerapan Air 0,115 %
- Berat Jenis 2,65 – 2,76
|
| Pasar Eksisting |
Belum ada, sedangkan pasar yang dapat
dijadikan tujuan ekspor hasil pertambangan batu marmer di Kabupaten Nabire
yaitu Jepang dan Australia. |
| Hambatan |
- Pelabuhan Nabire yang mempunyai kapasaitas
sandar yang relatif kecil (200 DWT), dan kondisinya yang sekarang lagi
rusak.
- Kondisi Tenaga Kerja yang belum memiliki
skill di bidang pertambangan.
|
| Dukungan sektor yang sudah ada |
Nihil |
| Kebutuhan dukungan sektor |
- Perbaikan dan peningkatan pelabuhan laut Nabire untuk mengantisipasi
hasil produksi penambangan batu marmer.
- Peningkatan bandara udara Nabire untuk mampu didarati pesawat jenis
F-28.
- Peningkatan jalan (pelebaran) dan jembatan yang menuju lokasi
penambangan.
- Pembukaan program pertambangan pada Loka Latihan Kerja (LLK) di
Nabire.
- Pembentukan jaringan komunikasi digital, sebagai sarana pertukaran
atau pengiriman data secara digital.
- Peningkatan daya listrik terpasang oleh PLN guna mengantisipasi
hadirnya investasi penambangan marmer.
|
| Kebutuhan dukungan Insentif |
- Pemberian insentif bidang fiskal terutama pembebasan Bea Masuk dan
Pajak PPn barang impor.
- Pemberian insentif non fiskal yaitu kemudahan memperoleh lahan
penambangan yang bebas dari masalah sosial, kebijakan-kebijakan
Pemerintah Daerah dalam kaitannya dengan Investasi.
|
| Catatan Tambahan |
Sudah dilakukan studi kelayakan oleh PT. Nabire Perkasatama,
pada tahun 1997. |