spacer
      [ Berita Terkini ]    [ Tentang Kami ]    [ Kontak Kami ]     

 Menu
 Depan
 Berita Terkini
 Foto Galeri
 Produk KAPET Biak
 Project Prospectus

 Profile Kawasan
 Nabire
 Mimika
 Manokwari
 BiakNumfor
 YapenWaropen

 Pengunjung
Saat ini ada, 7 tamu 0 member yang sedang online.


 Insentif Investasi
 Dasar Hukum
 Bidang Perpajakan

 Prosedur Investasi
 Investasi PMA
 Investasi PMDN

 Informasi Komoditi
 Komoditas Unggulan
 Profile Investasi
Informasi Pasar
   Komoditas


 Anda Pengunjung Ke

 JAM

 Statistik

  

PELUANG INVESTASI POTENSIAL DAN KEBUTUHAN DUKUNGAN SEKTOR

Pengembangan
Rumput Laut di Kabupaten Biak Numfor

Nama Kegiatan : Pengembangan Rumput Laut
Calon Klien dan Pasar Tujuan Calon client yang diharapkan adalah pengusaha baik nasional mapun lokal yang bergerak di bidang budidaya rumput laut dengan pangsa pasarnya adalah ke Jepang, Amerika Serikat, Denmark, Hongkong, Korea Selatan, Singapura, dan lain-lain.
Latar Belakang Kabupaten Biak Numfor memiliki potensi pengembangan rumput laut yang cukup besar. Rumput laut merupakan salah satu hasil laut yang telah diperdagangkan secara luas dalam perdagangan international. Dalam perdagangan international, permintaan rumput laut selama beberapa tahun terakhir ini (1993-1997) cenderung meningkat dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 2,0 % pertahun.Sehubungan dengan meningkatnya permintaan dunia terhadap rumput laut maka ekspor rumput laut Indonesia meningkat pula, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 12,5 % pertahun selama tahun 1993-1997. Walaupun demikian share Indonesia terhadap impor rumput laut dunia masih relatif kecil yaitu sebesar 0,7% (1997).
Jenis Peluang Investasi Potensial
Lokasi : Lokasi yang cocok untuk budidaya rumput laut berada di Kepulauan Padaido Bawah Kabupaten Biak Numfor Propinsi Papua. Luas Kepulauan Padaido seluas 137 km2 terdiri dari 13 desa, yang mempunyai iklim tropis dengan perbedaan tinggi air pasang dan air surut kurang lebih 160 cm, yang pada keadaan paling surut sebagian karang masih berada di dalam air. Lokasi ini (sekitar P. Wundi dan Nusi) dapat ditempuh dengan menggunakan perahu bermotor kurang lebih 1,5 jam.
Besaran Peluang Luas daerah karang tidak termasuk kumpulan-kumpulan pulau adalah sekitar 38 km2 atau 3.800 ha. Sedangkan areal yang potensial untuk budidaya rumput laut seluas 1.500 ha terutama untuk budidaya dengan sistem di atas dasar.
Pasar Eksisting Selama ini pasar yang menjadi tujuan penjualan adalah Surabaya, dan Makassar.
Hambatan Beberapa hambatan :
  • Ketenagakerjaan yang tersedia belum memiliki skill di bidang budidaya rumput laut masih sangat minim.
  • Masih ditemukannya pencarian ikan dengan menggunakan bahan peledak, yang dapat mengganggu pelaksanaan budidaya.
  • Budaya untuk budidaya belum ada pada masyarakat, karena pemasaran yang belum menjanjikan. 
Dukungan sektor yang sudah ada  Tersedianya sarana transportasi baik laut maupun udara yang memadai, dengan daya jangkau antar pulau.
Insentif Yang Sudah Ada

Nihil

Kebutuhan dukungan sektor
  • Penyediaan tempat pendidikan baik perguruan tinggi maupun akademi yang berbasis pembudiyaan rumput laut.
  • Mengadakan tempat pelatihan atau kursus-kursus tentang pembudiyaan rumpu laut.
  • Pembangunan Kawasan industri di Urfu.
  • Perlu adanya usaha/industri dalam bidang pengolahan rumput laut.

Kebutuhan dukungan Insentif

  • Insentif fiskal yaitu pembebasan Bea Masuk dan PPn terhadap semua barang import.
  • Insentif non fiskal dalam hal kemudahan perijinan 
Catatan Tambahan

Budidaya rumput laut pernah dilakukan oleh Koperasi Usaha Mina di Biak, di lokasi yang sama dan telah dilakukan pengapalan ke luar Biak. Usaha ini berhenti karena anjloknya harga rumput laut di pasaran.


 [ Pengembangan Kakao ]  [ Penggembangan Batu Marmer ]

Kantor BP KAPET Biak

Jln. Batu Karang - Swapodibo
Biak - Papua
Telp. : (0981) 24515
Fax. : (0981) 25371
e-mail : infokapetbiak@yahoo.com

Pusdatin KAPET Biak @2008

fuss